Saturday, April 23, 2011

Penggemar Yang Tak Bermutu

   
Baru bangun tidur lansung dengerin TV, pas terlintas mendengarkan Liputan yang memberitakan tentang gagalnya rencana Konser Justin Bieber ke Indonesia. Sebagai publik figur yang namanya sedang hangat-hangatnya menjadi perbincangan masyarakat, kalangan artis,i bu-ibu,r emaja, sampai pada anak-anak sekalipun pasti sudah kenal Justin Bieber.

      Sangat disayangkan sekali apabila remaja saat ini khususnya para kaum hawa mengidolakan seseorang dengan fanatiknya betapa tidak dengan datang ke bandara menunggu kedatangan sang idola hingga harus berteriak histersis hingga ada beberapa yang menangis karena ketiadaan sang idola datang ke Indonesia. Menurut berita bahwa konser tersebut dilaksanakan dengan menarik kocek para penonton hingga jutaan rupia. Ironis sekali bila kita bandingkan ketika ada kegiatan keagamaan yang sifatnya memberikan siraman rohani yang justru tanpa biaya mereka malah tidak mau menghadirinya. Uang yang sebanyak itu digunakan untuk kesenangan sebentar dengan berjingkrak-jingkrak dan berteriak sambil menyanyi bersama sang idola, namun suatu ketika untuk mengeluarkan uang untuk sang guru ngaji yang tidak seberapa besarnya saja enggan padahal belajar mengaji merupakan kebutuhan masa depan.

      Kepada para sobat sekalian bila memiliki idola hendaklah menempatkan sesuai dengan porsinya saja jangan berlebihan, toh memang ingin mengidolakan seseorang jangan sampai mengorbankan diri kita, uang kita, uang orang tua kita. Orang tua membenting tulang mencari nafkah untuk hidup sehari-hari mengumpulkan seratus dua ratus rupiah dengan keringatnya, nah kita yang kerjanya hanya menadah seenaknya saja menghabiskan uang mereka untuk kesenangan yang saya fikir tak ada gunanya.

      Kepada sobat semua hanya sekedar memberi motivasi kepada kalian bahwa kalian tidak perlu menjadi penggemar orang lain, karena itu hanya membuat rendahnya mutu kita, idolakanlah diri sobat sendiri sehingga akan memunculkan pemikiran bahwa sobat juga tidak kalah hebat dengannya. Yang menjadi perbedaan adalah ia muncul di media masa kita enggak, perbedaanya hanya sebatas itu, so,,, jadilah penggemar yang proporsional yang mampu menempatkan diri tanpa harus memaksakan, jangan mau menjadi Penggemar yang tak BERMUTU.

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home